Authors
Cici Apriza Yanti
Publication date
2020/1/31
Journal
EPIDEMICA (Journal of Public Health)
Volume
1
Issue
1
Pages
05-16
Description
Sekitar 2, 5 milyar penduduk tinggal di negara endemis dengue, 70% populasi berisiko terkena dengue. Indonesia tahun 2017 kasus DBD berjumlah 68.407 kasus, di Sumatera Barat tahun 2017 berada pada posisi ke 5 dengan jumlah kasus sebanyak 3.952 kasus dan Kota Bukittinggi pada tahun 2017 ada 69 kasus DBD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi kejadian DBD. Desain penelitian ini adalah case control. Populasi kontrol adalah masyarakat yang tidak menderita penyakit DBD pada bulan Januari s/d Juni tahun 2018 dan populasi kasus adalah masyarakat yang menderita penyakit DBD pada bulan Januari s/d Juni tahun 2018. Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang dibagi menjadi 50 sampel kasus dan 50 sampel kontrol. Pengambilan sampel dengan purposive sampling, analisis data menggunakan uji chi square dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian DBD adalah keberadaan jentik nyamuk (p= 0,008 OR= 3,802), kebiasaan 3M (p= 0, 0005 OR= 13, 50), penggunaan kawat kasa (p= 0,016 OR= 2,912), kebiasaan menggantung pakaian (p= 0,009 OR= 0,316) dan kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk (p= 0,001 OR= 4,148). Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD adalah kebiasaan 3M (p= 0, 0005) dengan besar pengaruh 45, 8% dan persamaan regresi: Y= 0,545+ 0,458 X2+ 0,235 X3 0,249 X4+ 0,149 X5. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian DBD adalah kebiasaan 3M. Oleh sebab itu penerapan kebiasaan 3M yang komprehensif sangat …
Scholar articles
CA Yanti – EPIDEMICA (Journal of Public Health), 2020